TURIS KAGUM , KENAPA BANGSA INDONESIA TIDAK?

Image

Pengunjung yang datang ke Museum Nasional di dominasi oleh turis mancanegara. Sedikitnya pengunjung dari masyarakat asli Indonesia justru menimbulkan sebuah pertanyaan. Cintakah kita pada kebudayaan dan peninggalan sejarah bangsa kita yang begitu banyak?

Penjaga Museum Nasional, Suryono (31) mengatakan, di bulan puasa ini jumlah pengunjung museum memang berkurang.

“Hari biasa juga terkadang ramai oleh kunjungan dari anak sekolah dan mahasiswa. Kalau orang biasa yang bukan dari anak sekolah atau mahasiswa jarang ada yang berkunjung ke museum ini. Justru lebih banyak turis daripada masyarakat Indonesia yang ke Museum Nasional”, kata Suryono.

Hal ini menjadi kenyataan yang cukup memilukan. Turis mancanegara justru lebih menghargai sejarah dan kebudayaan di bangsa kita dibanding kita sendiri sebagai anak bangsa.

Caroline (34), turis asal Jerman yang berkunjung ke Museum Nasional ini mengaku sangat tertarik dengan Indonesia.

“Saya sangat suka kebudayaan Indonesia. Museum ini sangat kaya akan sejarah, saya sangat kagum melihat kekayaan kebudayaan di Indonesia. Di Jerman memang banyak juga museum, tapi saya jauh lebih tertarik dengan Museum Nasional ini” ujar Caroline yang mengaku sedang liburan di Indonesia.

Melihat antusiasme turis mancanegara akan kebudayaan bangsa kita, seharusnya kita bercermin. Turis kagum, kenapa Bangsa Indonesia tidak?

 

ARINI AGUSTINA SILALAHI

Info Kuliner di Depok

WARUNG SATE GAJAH

Apa yang terlintas di pikiran kamu mendengar tempat makan Warung Sate Gajah? Makanan dari daging gajah? Jawabannya tentu bukan, karena gajah adalah hewan yang dilindungi di Indonesia. Lalu apa ya Warung Sate Gajah itu?

Warung Sate Gajah atau yang biasa disebut WSG adalah tempat makan yang terletak di belakang stasiun UI, tepatnya di Gang Pepaya (Stasiun UI) Depok, Jawa Barat. Dulu, di WSG terdapat menu makanan yang bernama sate gajah. Sate gajah yang dimaksud bukanlah menggunakan daging gajah, tetapi menggunakan daging ayam yang potongannya besar dan dibakar layaknya sate biasa. Lambat laun penggemar menu makanan sate gajah berkurang, lalu WSG mengeluarkan menu baru yang sampai sekarang menjadi andalan di tempat makan ini. Menu makanan tersebut adalah ayam penyet. Mungkin terdengar biasa, tetapi ayam penyet yang disajikan di WSG sangatlah terkenal di kalangan warga Depok karena pedasnya yang membuat banyak wanita sampai menangis memakan ayam penyet tersebut. Dengan begitu, akhirnya WSG mempunyai slogan yaitu “7 dari 10 wanita menangis makan ayam penyet di WSG”.

Ayam penyet WSG sangat banyak peminatnya sekarang ini, bahkan di jam makan siang banyak yang rela mengantri untuk menikmati sensasi pedas ayam penyet yang cukup menggoyang lidah bagi pecinta makanan pedas. Warung Sate Gajah tidak hanya menyediakan makanan dengan rasa pedas. Bagi kamu yang anti makanan pedas tidak perlu khawatir, WSG juga menyediakan makanan yang enak dan gurih seperti cumi asam manis. Cumi asam manis juga merupakan menu yang cukup diminati karena cumi gorengnya yang garing dan nanas yang sedikit asam, ditambah bumbunya yang manis sangat memanjakan lidah para penikmat kuliner.

Harga makanan dan minuman di Warung Sate Gajah juga sangat terjangkau. Untuk sekali makan satu porsi nasi ayam penyet, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar lima belas ribu rupiah. Harga makanan disini sangat diesuaikan dengan keuangan mahasiswa karena lokasinya berada di dekat kampus UI Depok.

Tidak hanya dimanjakan oleh makanan yang lezat, Warung Sate Gajah juga menyediakan tempat makan yang nyaman dengan mengusung tema rumah bambu dan meja makan lesehan. Kalau kamu membawa DVD, kamu juga bisa menikmati makanan di WSG sambil menonton DVD karena WSG menyediakan DVD Player untuk digunakan oleh pelanggannya.

Makanan yang lezat, harga yang terjangkau, dan tempat yang nyaman sangat ditonjolkan di Warung Sate Gajah ini. Kalau kamu mau kumpul-kumpul bareng teman kamu dan pulang dengan perut kenyang tanpa harus mengeluarkan banyak uang, kamu harus coba makan di Warung Sate Gajah, Depok.