AEC Makin Dekat. Bagaimana Siasat Pemerintahan Baru?

Blognyakrisniy

AEC ASEANSumber ilustrasi: http://bit.ly/1tb7z4Z

ASEAN Economic Community diputuskan dipercepat pelaksanaannya. Akan dimulai dalam hitungan beberapa bulan lagi. Bukan pada Tahun 2020, seperti yang sebelumnya dijadwalkan. Dengan 2015 sudah di depan mata, sudah terlalu mepet untuk mempertanyakan siap-tidaknya Indonesia menghadapi AEC. Siap-tak-siap, toh Indonesia tetap harus menghadapinya dengan segala sumberdaya yang dipunya. Di antara yang perlu diwaspadai terkait Kedaulatan dan Keutuhan NKRI, sebagai dampak implementasi AEC 2015, adalah potensi terjadinya konflik Kebudayaan. Termasuk yang berbasis Agama. Perang asymmetric dan proxy war, yang membidik masyarakat, adalah instrumennya. Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, pada 17 Agustus ini, bisa menjadi momentum tepat, untuk merenungkannya lagi. Masalahnya, ketika kredibilitas dan kepercayaan publik atas Pemerintah masih harus dioptimalkan, bagaimana menyiasati itu semua? 

Situasi hingga pungkasan tahun ini, bagi Pemerintahan baru yang akan dilantik Oktober 2014 nanti, akan jadi tantangan tak mudah. Salah satu agenda besar yang langsung menghadang di depan mata, adalah pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, disingkat MEA. Ini, salah satu di antara isu ironik yang…

View original post 1,752 more words

Mengurus Visa Rusia? Mudah! Tapi…… 😂

It’s too late to post about mylife since i arrived in Moscow on January 14, 2015. It’s better late than never, and this is about how to get Invitation Letter (IL) and to process visa to go to Moscow, Russia! 🙂

Mengurus persiapan untuk exchange ke Moscow Russia cukup bikin kepala pusing. Untuk mendapatkan IL dari FMS (Federal Migration Service) kota Moscow bukan perkara mudah dan butuh waktu yang ngga sebentar.
Kesel? Iya! Capek ngurusnya? Banget! Trus gimana? Yaaa sabar aja lah yaa, abis udah terlanjur matched dengan project di Moscow.

Perjuangan ngga selesai disitu setelah IL dikeluarkan oleh FMS karena IL baru selesai di akhir Desember 2014. It took a lot of time to send the original one from Russia to Indonesia bcs of holiday time in DHL Company (They used DHL to send it).
Masalah masih berlanjut, pesawat yang membawa IL itu delayed di Jerman dan di Singapore saat transit, alhasil IL sampai telat di Indonesia. Parahnya lagi, gue harus ambil itu dokumen langsung ke bagian cargo di bandara Soekarno Hatta karena DHL ngga beroperasi saat akhir tahun. Yaudahlah yaaa akhirnya nyetir sendiri ke Soetta yang lokasinya jauh banget dari rumah gue di kawasan Ciracas, Jakarta Timur 😤

And this is it, selembar dokumen yang menentukan bisa ngga nya gue berangkat ke Russia untuk urus visa. Karena IL datang terlambat, akhirnya harus urus visa yang express dan muahaaaal! Huft! Kesel!

image

Visa Russia diurus dua hari selesai karena pake express visa (tekor sih ini jadinya gara-gara IL telat sampai Indo)

image

Yap, setelah visa kelar, saatnya berangkat! Capeknya urus ini itu pun segera terbayarkan 🙂

Pasangan hidup itu ditangan Tuhan atau ditangan manusia?

“jodoh atau pasangan hidup itu ada ditangan Tuhan”.
Setujukah kamu dengan kalimat ini?

Jika ada yang bertanya tentang pasangan hidup, saya akan dengan sigap menjawab kalau pasangan hidup itu manusia sendiri yang memilih. Kenapa?
Tuhan menciptakan manusia dengan pikiran dan alangkah baiknya jika manusia itu berhikmat untuk menggunakan pikirannya dalam memilih pasangan yang akan mendampinginya sekali seumur hidup.
Setelah manusia memilih, barulah Tuhan yang memberkati pilihan manusia tersebut.
Kalau manusia hanya diam menunggu sambil mengaharapkan Tuhan mengirimkan pasangan hidup tanpa berusaha mencari, hasilnya akan nihil. Tuhan hanya akan memberikan yang terbaik bagi manusia yang mau berusaha. Itu adalah pendapat saya.

Di tengah tahap pencarian pasangan hidup, bukan tidak mungkin kita akan menemukan orang yang salah, tetapi hal itu adalah fase dalam menemukan yang terbaik yang Tuhan izinkan untuk mendampingi hidup kita. Saya juga dulu pernah beberapa kali salah pilih kok :))

Selamat mencari yang pasangan hidup yang terbaik*!
*maksudnya yang terbaik disini bukanlah yang nyaris sempurna fisiknya ataupun sikapnya, tetapi yang takut akan Tuhan dan bisa membawa perubahan yang lebih baik pada pribadi kamu.

God bless you all! 🙂

Lanjut kuliah di FEUI

Kata orang-orang sih kalau udah lulus kuliah trus pernah kerja biasanya bakal males buat lanjut kuliah lagi. Bener ngga sih? Hmm….

Gue lulusan komunikasi penyiaran UI angkatan 2009, dan tahun 2013 kemarin lanjut kuliah lagi di PEFE UI. Ternyata setelah ngejalanin kuliah lagi gue mulai merasakan kebenaran kata-kata orang tadi itu.
Ternyata mulai muncul rasa jenuh. Bukan karena jenuh kuliah, tapi mumet bagi waktu untuk kuliah sembari kerja. Ditambah lagi kuliah di FEUI bukan perkara mudah dan hampir tiap mata kuliah pasti ada tugas presentasi yang nyaris tiap minggu menuntut kita untuk mempresentasikan apa yang udah kita buat.
Untungnya saat mulai jenuh, gue selalu punya orang-orang hebat di hidup gue, khususnya keluarga.
Dan untuk ngejalanin kuliah di FEUI rasanya harus banget punya kelompok belajar buat saling tuker pikiran, belajar bareng, dan main bareng, because i can’t do it by myself.
And this is it, sekumpulan mahasiswa dengan cucuran keringat demi mengejar ilmu dan sesuatu yang mereka namakan gelar.

image

Study hard, play hard 😀

*salam jari telunjuk dan jari tengah*

Hello!

TAAA-DAAAA, HERE I COME!!!
Udah lama juga rasanya ngga menyentuh blog ini setelah sekian lama sibuk dengan kuliah, kerja, bisnis kecil-kecilan, dan hal ini itu demi mengejar banyak dreams for the better future.
Yes, i am a girl with many goals, dengan prinsip ngga mau terlalu ambisius juga sih dalam hidup ini hahaha.
Tahun 2014 ini sepertinya akan menjadi tahun yang luar biasa buat gue, banyak berkat dari Tuhan yang luar biasa tak terkira di hidup gue yang sudah terjadi di awal tahun ini.
Yappp, semoga di tahun ini semua berjalan dengan lancar.

*salam telunjuk dan jari tengah*

image

TURIS KAGUM , KENAPA BANGSA INDONESIA TIDAK?

Image

Pengunjung yang datang ke Museum Nasional di dominasi oleh turis mancanegara. Sedikitnya pengunjung dari masyarakat asli Indonesia justru menimbulkan sebuah pertanyaan. Cintakah kita pada kebudayaan dan peninggalan sejarah bangsa kita yang begitu banyak?

Penjaga Museum Nasional, Suryono (31) mengatakan, di bulan puasa ini jumlah pengunjung museum memang berkurang.

“Hari biasa juga terkadang ramai oleh kunjungan dari anak sekolah dan mahasiswa. Kalau orang biasa yang bukan dari anak sekolah atau mahasiswa jarang ada yang berkunjung ke museum ini. Justru lebih banyak turis daripada masyarakat Indonesia yang ke Museum Nasional”, kata Suryono.

Hal ini menjadi kenyataan yang cukup memilukan. Turis mancanegara justru lebih menghargai sejarah dan kebudayaan di bangsa kita dibanding kita sendiri sebagai anak bangsa.

Caroline (34), turis asal Jerman yang berkunjung ke Museum Nasional ini mengaku sangat tertarik dengan Indonesia.

“Saya sangat suka kebudayaan Indonesia. Museum ini sangat kaya akan sejarah, saya sangat kagum melihat kekayaan kebudayaan di Indonesia. Di Jerman memang banyak juga museum, tapi saya jauh lebih tertarik dengan Museum Nasional ini” ujar Caroline yang mengaku sedang liburan di Indonesia.

Melihat antusiasme turis mancanegara akan kebudayaan bangsa kita, seharusnya kita bercermin. Turis kagum, kenapa Bangsa Indonesia tidak?

 

ARINI AGUSTINA SILALAHI

Info Kuliner di Depok

WARUNG SATE GAJAH

Apa yang terlintas di pikiran kamu mendengar tempat makan Warung Sate Gajah? Makanan dari daging gajah? Jawabannya tentu bukan, karena gajah adalah hewan yang dilindungi di Indonesia. Lalu apa ya Warung Sate Gajah itu?

Warung Sate Gajah atau yang biasa disebut WSG adalah tempat makan yang terletak di belakang stasiun UI, tepatnya di Gang Pepaya (Stasiun UI) Depok, Jawa Barat. Dulu, di WSG terdapat menu makanan yang bernama sate gajah. Sate gajah yang dimaksud bukanlah menggunakan daging gajah, tetapi menggunakan daging ayam yang potongannya besar dan dibakar layaknya sate biasa. Lambat laun penggemar menu makanan sate gajah berkurang, lalu WSG mengeluarkan menu baru yang sampai sekarang menjadi andalan di tempat makan ini. Menu makanan tersebut adalah ayam penyet. Mungkin terdengar biasa, tetapi ayam penyet yang disajikan di WSG sangatlah terkenal di kalangan warga Depok karena pedasnya yang membuat banyak wanita sampai menangis memakan ayam penyet tersebut. Dengan begitu, akhirnya WSG mempunyai slogan yaitu “7 dari 10 wanita menangis makan ayam penyet di WSG”.

Ayam penyet WSG sangat banyak peminatnya sekarang ini, bahkan di jam makan siang banyak yang rela mengantri untuk menikmati sensasi pedas ayam penyet yang cukup menggoyang lidah bagi pecinta makanan pedas. Warung Sate Gajah tidak hanya menyediakan makanan dengan rasa pedas. Bagi kamu yang anti makanan pedas tidak perlu khawatir, WSG juga menyediakan makanan yang enak dan gurih seperti cumi asam manis. Cumi asam manis juga merupakan menu yang cukup diminati karena cumi gorengnya yang garing dan nanas yang sedikit asam, ditambah bumbunya yang manis sangat memanjakan lidah para penikmat kuliner.

Harga makanan dan minuman di Warung Sate Gajah juga sangat terjangkau. Untuk sekali makan satu porsi nasi ayam penyet, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar lima belas ribu rupiah. Harga makanan disini sangat diesuaikan dengan keuangan mahasiswa karena lokasinya berada di dekat kampus UI Depok.

Tidak hanya dimanjakan oleh makanan yang lezat, Warung Sate Gajah juga menyediakan tempat makan yang nyaman dengan mengusung tema rumah bambu dan meja makan lesehan. Kalau kamu membawa DVD, kamu juga bisa menikmati makanan di WSG sambil menonton DVD karena WSG menyediakan DVD Player untuk digunakan oleh pelanggannya.

Makanan yang lezat, harga yang terjangkau, dan tempat yang nyaman sangat ditonjolkan di Warung Sate Gajah ini. Kalau kamu mau kumpul-kumpul bareng teman kamu dan pulang dengan perut kenyang tanpa harus mengeluarkan banyak uang, kamu harus coba makan di Warung Sate Gajah, Depok.